Pengantar HAM (III): Pengakuan HAM di Indonesia

Baca juga sebelumnya: Pengantar Hak Asasi Manusia (I): Pengertian Hak Asasi Manusia ; Pengantar HAM (II): Pengakuan HAM pada tingkat Internasional dan Regional

18422180_10155308117172630_8745219909005054247_o

Ham di Indonesia telah dikenal dalam Undang-Undang Dasar Republik Inonesia 1945[10], selanjutnya disebut dengan Konstitusi RI. Setelah dilakukan amandemen kedua, pasal-pasal mengenai HAM telah ditambahkan, dan menjadi lebih lengkap. Adapun pasal-pasal mengenai pengakuan HAM diawali dalam Pembukaan alenea I, yang mengakui bahwa “… kemerdekaan adalah hak segala bangsa…”. Selanjutnya pasal-pasal yang mengatur tentang HAM antara lain: 27, 28, 28A-28J, 28 ayat 2 dan 30 ayat 1.  Penambahan ini membawa konsekuensi tertentu, bahwa penambahan ini bukan hanya menambah banyak deret jenis HAM yang dilindungi oleh pemerintah RI, namun pemerintah mempunyai kewajiban untuk memenuhinya. Adapaun beberapa jenis HAM yang diakui dan dilindungi dalam Konstitusi RI adalah: hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak untuk memeluk agama dan kepercayaan, serta hak atas ekonomi, kesejahteraan, sosial dan budaya.[11] Perlu diketahui bahwa Konstitusi juga menjamin persamaan derajat semua warga Negara dan tidak boleh diterapkan secara diskriminatif, atau berbeda-beda antara warga satu dengan yang lain.[12]

Selanjutnya HAM dikenal dalam Undang Undang No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, selanjutnya disebut dengan UU HAM. Penegrtian HAM dalam UU ini adalah: “…seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.”[13] Jenis Ham yang diakui dalam UU ini sangatlah luas, meliputi hak hak sipil dan politik, seperti: hak hidup, hak untuk tidak disiksa, hak untuk tidak diperbudak, hak kewarganegaraan, hak untuk menyampaikan pendapat, dll; dan juga hak hak social ekonomi, seperti hak atas pekerjaan, tempat tinggal, hak atas kesehatan, dan lain-lain. Hak atas pembangunan juga telah diakui dalam UU ini.

Selain kedua peraturan tersebut, Indonesia memiliki peraturan yang lebih spesifik yang tersebar dalam perundang-udangan nasional. UU ini lebih bersifat khusus dan terkadang berlaku untuk kelompok sosial tertentu. Misalnya UU perlindungan hak Anak, UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, UU kesehatan, UU penyandang Disabilitas. UU yang terakhir masih dalam taraf pembahasan di tingkat DPR RI, dan belum terjadi kesepakatn untuk segera mengadopsi draft tersebut menjadi UU yang mengikat dan berlaku. UU ini akan lebih penjamin perlindungan dan persamaan perlakuan bagi para penyandang disabilitas dalam segala segi kehidupan.

Indonesia juga mengakui bahwa hukum internasional terkait dengan HAM dan yang telah diterima (diratifikasi) oleh pemerintah menjadi Hukum nasional yang berlaku di seluruh wilayah NKRI.[14]  Berikut adalah contoh beberapa Konvensi atau perjanjian internasional yang telah disahkan oleh Indonesia:[15]

No
Nama Konvensi
Tanggal ratifikasi
UU ratifikasi
1
Konvensi Menentang Penyiksaan dan Segala Bentuk Penghukuman yang tidak manusiawi
28 Oct 1998
UU RI No. 5/1998
2
Kovenan Internasional Hak Hak Sipil dan Politik
23 Feb 2006
UU RI No. 12/2005
3
Konvensi Penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap kaum wanita
13 Sep 1984
UU RI No. 7/1984
4
Konvensi Internasional tentang penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Sosial
25 Jun 1999
UU RI No. 29/1999
5
Kovenan Internasional tentang Hak Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya
23 Feb 2006
UU RI No. 11/2005
6
Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak Hak pekerja Migran dan Anggota Keluarga
31 May 2012
UU RI No. 6/2012
7
Konvensi tentang Hak-Hak Anak
05 Sep 1990
Keppres No. 36/1990
8
Protokol Opsional atas Konvensi Hak Hak Anak tentang Keterlibatan Anak dalam Konflik Bersenjata
24 Sep 2012
UU RI No. 9/2012
9
Protokol Opsional atas Konvensi Hak Hak Anak tentang Perdagangan Anak untuk tujuan Prostitusi dan Pornografi
24 Sep 2012
UU RI No. 10/2012
10
Konvensi  tentang Hak Hak Orang Penyandang Disabilitas
30 Nov 2011
UU RI No. 19/2011

Dengan menyatakan diri terikat dengan konvensi internasional, maka dalam menjalankan peran perlindungan dan pemenuhan HAM, pemerintah Indonesia tidak hanya terikat dengan hukum nasional melainkan dengan hukum internasional. Disini Pemerintah mengakui bahwa Pemerintah harus memenuhi kewajibannya sesuai dengan ketentuan internasional. Sistim dan mekanisme internasional dalam monitoring langkah langkah yang diambil oleh pemerintah juga menjadi unsur penting, karena Pemerintah dimonitor oleh Negara Negara lain. Hal ini membuat Pemerintah tidak dapat sembarangan untuk mengacuhkan hak warga Negara. Dalam hal ini kelompok masyarakat atau NGO atau individual juga dapat mempunyai peran penting untuk mengkawal kebijakan pemerintah dalam hal penghargaan, perlindungan dan pemenuhan HAM yang bersifat non-diskriminatif bagi seluruh warga negara.

 

Baca selanjutnya:

Pengantar HAM (IV): Jenis-jenis Hak Asasi Manusia

Pengantar HAM (V): Prinsip-Prinsip dalam Hak Asasi Manusia

Pengantar HAM(VI): Kewajiban dan Tanggung Jawab Pemerintah

Pengantar HAM (VII): Kesimpulan

 

Satu respons untuk “Pengantar HAM (III): Pengakuan HAM di Indonesia

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: